Sabtu, 09 September 2017

Teman? Makanan ataukah Benda Mati?



Teman?
Apa itu?
Apakah makanan?
Ataukah sebuah benda mati?
Hmm,,, bisa jadi kalau itu adalah benda mati...
Tetapi jauh dari kata itu,,,
Teman adalah mereka yang selalu ada disampingmu ketika kau membutuhkan bantuan...
Teman adalah mereka yang tidak akan pernah meninggalkanmu meskipun kau sedang terpuruk...
Teman adalah mereka yang selalu berbagi suka dan duka...
Teman adalah mereka yang akan membelamu ketika kau sedang terpojok dan tak berdaya...
Eits...
Tunggu dulu!!!
Bukankah definisi itu terlalu lebay...?
Bukankah pada kenyataannya,,,
Teman adalah mereka yang akan datang ketika butuh dan pergi ketika tak butuh...
Teman adalah mereka yang hanya akan berbagi duka denganmu dan berbagi suka dengan yang lain...
Teman adalah mereka yang akan meninggalkanmu ketika kau sedang terpuruk dan tak berdaya...
Bahkan,,,
Teman adalah pembohong no satu yang ada didekatmu...
Bagaimana bisa?
Ya, mereka akan berkata manis didepanmu dan ada juga yang berpura-pura kagum, seakan-akan kau bagaikan dewa baginya...
Lalu,,,
Ketika kau menjauh darinya,,,
Dia akan membicarakan kejelekanmu serta merendahkanmu, seakan-akan kau adalah orang yang paling hina dimatanya...
Bukannya aku tak percaya dengan teman,,,
Tetapi itulah kenyataannya...
Bukannya aku menyangka bahwa semua teman seperti itu,,,
Tetapi memang untuk mencari teman yang dapat dipercaya dan berbeda itu bagaikan mencari jarum ditumpukan jerami...
Hmm,,,
Sangat miris, tetapi itulah kenyataannya...

Rabu, 23 Agustus 2017

Untukmu yang Memiliki Jabatan



Mengapa ketidakadilan itu selalu ada?
Kapanpun dan dimana pun pasti kau akan melihat ketidakadilan...
Bagi mereka yang memiliki kerabat dekat, maka akan didahulukan...
Tetapi bagi yang tidak, maka akan diabaikan...
Bagi mereka yang memiliki pangkat dan jabatan, maka akan dihormati dan didahulukan...
Tetapi bagi yang tidak, maka akan dipandang rendah dan diabaikan...
Bagi mereka yang memiliki uang dan harta yang banyak, maka akan didahulukan dengan suapan uang yang tidak seberapa...
Tetapi bagi yang tidak, maka akan diabaikan...
Lalu bagi mereka yang meskipun bukanlah kerabat dekat serta tak memiliki jabatan, namun memiliki hubungan emosi yang kuat, maka juga akan didahulukan...
Tetapi bagi yang tidak, maka akan diabaikan...
Betapa malangnya nasib kami yang bukanlah siapa-siapa bagi mereka...
Berbagai macam pertanyaan muncul di dalam benak kami...
Mengapa harus seperti ini?
Apa yang harus kami lakukan agar mendapat perlakuan yang sama?
Bukankah kami juga sama dengan mereka?
Bukankah tak seharusnya mereka lakukan itu kepada kami?
Hai kalian!!!
Yang menduduki kursi singgasana itu...
Yang diberikan kuasa dalam menjalankan pekerjaan itu...
Tolonglah!!!
Hargai kami, berilah perlakuan yang sama terhadap kami...
Apakah kami harus sujud, memohon, menyembah dan mengemis kepada kalian agar kami dapat terlihat dimata kalian sehingga kalian baru akan menyadari keberadaan kami...
Apakah itu yang harus kami lakukan, demi mendapatkan hak yang sama???
Padahal itu memanglah tugas kalian sebagai orang yang diberi amanah...
Ingatlah uang yang kalian miliki, sesungguhnya adalah uang dari hasil jerih payah kami...
Dari hasil keringat darah kami yang berucuran ketika mencari nafkah...
Ingatlah mungkin ketidakadilan itu bisa kalian lakukan sekarang...
Tetapi nanti ketidakadilan itu akan segera dipertanggungjawabkan kepada Tuhanmu...

Rabu, 19 Juli 2017

Pembuatan KTP dipersulit atau memang sudah prosedurnya???

Hallo semuanya...
Disini saya ingin sekali bercerita mengenai kekecewaan saya ketika membuat KTP.
Ntahlah, menurut saya mengapa dalam pembuatan KTP ini seperti dipersulit.
Hal ini terjadi saat saya sudah memasuki umur 17 tahun, karena pada usia ini maka warga negara Indonesia sudah diwajibkan untuk memiliki kartu tanda penduduk (KTP). Dengan penuh semangat, untuk memenuhi kewajiban itu saya pun akhirnya pergi untuk membuat KTP di kecamatan SU 1 Palembang, Sumatera Selatan. Sayangnya, ketika saya sudah tiba dan menghadap kepada bagian administrasi di kantor kecamatan, mereka mengatakan bahwa saat itu mesin untuk membuat KTP nya sudah rusak. Akhirnya saya pun pulang dengan rasa kecewa.Setelah kejadian ini saya sudah malas untuk membuat KTP dan saya berpikir bahwa sebenarnya hal tersebut tidak terlalu penting.
Beberapa tahun kemudian keluarga saya pun pindah rumah, yang artinya secara tidak langsung RT kami pun berubah begitu juga dengan RW dan juga kecamatannya. Karena selama beberapa tahun ini saya sering sekali berurusan dengan sesuatu yang memerlukan KTP, seperti membuat SIM dan melamar pekerjaan, serta beberapa kegiatan kampus. Kemudian juga di desak dengan adanya informasi yang mengatakan bahwa Kemendagri meminta seluruh rakyat Indonesia segera membuat E-KTP sebelum 30 september 2016.
Akhirnya saya memutuskan untuk membuat KTP, lagipula saya juga berpikir bahwa pasti kali ini tidak ada alasan lagi mesinnya sedang rusak. Dan ternyata benar saya berhasil membuat KTP di kecamatan SU 2 Palembang, Sumatera Selatan. Setelah melakukan semua hal yang diperlukan di kantor kecamatan, saya menanyakan kapan KTP itu sudah bisa diambil. Mereka pun menjawab bahwa setelah 1 bulan KTP itu sudah bisa diambil di kelurahan.
1 bulan kemudian, dengan rasa senang saya datang ke kantor kelurahan 16 ULU Palembang. Namun, setelah saya masuk dan bertanya, jawabannya bahwa KTP anda belum keluar. Disana juga saya melihat terdapat beberapa KTP yang sudah rusak dan juga tidak jelas lagi identitasnya. Kemudian selang 2 bulan saya kembali mendatangi kantor kelurahan dan jawabannya tetap sama. 2 bulan kemudian saya datang kembali untuk ketiga kalinya, lagi-lagi jawabannya tetap sama namun kali ini ditambah dengan ekspresi yang kurang menyenangkan dari petugas kantornya (mungkin dia kesal dengan saya yang selalu datang menanyakan hal tersebut) serta saya pun disuruh mencari sendiri. Dengan semua hal tersebut saya memutuskan sudah malas dan malu untuk datang lagi serta ada juga rasa kesal dengan pegawai kantornya. Menurut saya, bukankah hal tersebut memang sudah kewajibannya untuk melayani masyarakatnya. Lalu mengapa dia harus menunjukkan ekpresi kesal seperti itu???
Pada bulan Juli 2017, salah seorang teman saya menandai saya pada sebuah postingan di instagram yang berisi video mengenai sidak wakil walikota Palembang di DisDukCapil. Dengan harapan melalui video tersebut saya berpikir mungkin kali ini saya akan mendapatkan KTP saya. Tetapi lagi-lagi saya kecewa, mereka mengatakan apakah anda telah mendapatkan telpon?. Saya jawab belum ada, tetapi coba tolong diperiksa. Mereka memeriksa dan jawabannya belum ada.  Untuk keempat kalinya jawabannya belum keluar. 2 hari setelahnya orang tua saya mendatangi DisDukCapil kota Palembang untuk menanyakan KTP saya dan hasilnya juga sama belum keluar.
Sebenarnya ada apa dengan semua hal ini?
Apakah memang prosedurnya membutuhkan waktu yang lama, sehingga saya sudah menunggu selama 9 bulan dan itu pun masih belum keluar.
Ataukah memang ada alasan yang lain?
Saya sempat berpikir, mungkinkah hal ini hanya terjadi di Palembang saja? Atau hanya di Indonesia saja?
Mungkinkah di negara luar sana untuk membuat kartu identitas membutuhkan waktu yang lama seperti di tempat saya?
???