Kamis, 02 April 2020

Nasib Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Seandainya saya memiliki jabatan yang lebih tinggi...
Insyaallah saya takkan menjadi mereka....
Mereka yang menggunakan jabatan dengan seenaknya...
Mereka yang menggunakan jabatan tanpa memikirkan nasib dari rakyat kecil...
Mereka yang menggunakan jabatan untuk sebuah kepentingan pribadi...
Saya memang tak memiliki kekuasaan seperti mereka...
Saya memang tak memiliki jabatan seperti mereka...
Maka dari itu, tolong!
Tolong pikirkanlah nasib kami!
Nasib orang-orang yang lebih rendah daripada kalian...
Ada banyak sarjana pendidikan yang menganggur di negeri ini...
Ada banyak juga sarjana pendidikan yang menjadi tenaga honorer dengan gaji yang rendah...
Kemarin Maret 2019 saya mendaftar sebagai tenaga pendidik honorer di kota Palembang.
Tetapi apalah daya, tepat dengan masuknya saya, pemerintah membuat peraturan untuk tidak lagi menerima tenaga pendidik honorer.
Saat itu kepala sekolah mengatakan "maaf, kamu tetap saya terima tetapi hanya sebagai guru sukarelawan bukan seperti guru2 lain yang sudah terdaftar namanya di dapodik pemerintah".
Dengan berlapang dada saya menerima tawaran tersebut.
Selama 10 bulan saya masih mendapatkan upah dari sekolah yang menerima saya.
Lalu memasuki tahun ajaran baru, pemerintah mengeluarkan kembali peraturan bahwa hanya guru yang memiliki NUPTK lah yang mendapatkan upah atau gaji.
Aku menjadi semakin bingung dengan perarturan tersebut, di dalam benakku aku berpikir, "bagaimana mungkin saya bisa mendapatkan NUPTK sedangkan saya sendiri tidak bisa mendapatkan SK pengangkatan dan terdaftar di dapodik".
Kemudian hari yang ditunggu oleh tenaga pendidik honorer pun tiba. Selama 4 bulan kami menunggu upah. Di dalam hati saya bergumam, apakah saya akan mendapatkan upah?
Kepala sekolah mengumpulkan kami semua. Ia menjelaskan mengenai upah yang kami dapatkan. Dan benar saja, semua tenaga pendidik yang memiliki NUPTK mendapatkan gaji.
Sedangkan saya yang hanya sebagai tenaga guru sukarelawan tidak lagi mendapatkan upah atau gaji sebagaimana guru-guru lainnya.
Tidak ada lagi yang bisa kulakukan.
Semua terjadi hanya karena saya tak memiliki kekuasaan...
Semua terjadi hanya karena saya tak memiliki jabatan...
Oh Tuhan...
Andai saya dapat seberuntung mereka yang lebih dahulu mendaftar sebagai tenaga pendidik honorer.
Andai saya dapat seberuntung mereka yang lebih dahulu lahir ke dunia.
Mungkin sekarang saya takkan meratapi nasib seperti ini....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar