Berdiriku disebuah ruangan sepi senyap.
Kulihat sebuah kursi kosong.
Mataku tak henti menatap ke arah kursi tsb.
Untuk apa kursi itu?
Sedikit demi sedikit kaki ini kulangkahkan.
Hingga akhirnya aku pun duduk di atas kursi tsb.
Detik demi detik berlalu.
Kesunyian ini membuatku stress.
Tetapi aku tak tahu apa yang bisa kulakukan.
Akhirnya aku pun tertidur.
Kubuka mataku perlahan-lahan.
Aku melihat sebuah kursi lainnya.
Tepat 7 langkah dihadapanku.
Kupandangi sekitarku.
Putih.
Hanya ada warna putih yang dapat kulihat.
Hatiku bertanya.
Apa ini?
Tempat apa ini?
Untuk kedua kalinya aku terdiam.
Aku hanya melamun hingga aku tertidur.
Tok tok tok
Tok tok tok
Dentang jam berbunyi.
Kali ini aku bangun dengan sesuatu yang berbeda.
Aku melihat seseorang yang sedang tersenyum.
Dan aku hanya terdiam.
Perlahan ia mendekatiku.
Awalnya aku sedikit menghindar.
Tetapi ia selalu berusaha mendekatiku.
Selama berhari2 aku terkurung bersamanya.
Ku lihat kali ini ia membawa kuas dan cat.
Ia mewarnai setiap jengkal dinding di ruangan ini.
Sehingga semuanya berwarna.
Tak ada lagi warna putih sejauh mata memandang.
Timbullah sebuah perasaan aneh.
Untuk pertama kalinya aku merasakan rasa itu.
Apakah rasa ini hadir karenanya?
Ataukah rasa ini hadir begitu saja?
Entahlah
Aku pun tak tahu.
Semakin hari, rasa ini semakin kuat.
Sehingga aku pun nyaman dengan hal ini.
Aku mencoba mendekatinya.
Tetapi semakin aku mendekat.
Semakin ia menjauh.
Berhenti!
Teriakku...
Tolong jangan pergi!
Aku pun mengejarnya dengan kencang.
Tetapi ia semakin jauh
Jauh
Jauh
Lalu menghilang.
Seketika semua berubah kembali.
Putih.
Putih.
Dan tak ada warna lain selain putih.
Kini aku berdiri di titik awal.
Dimana tatapanku hanya tertuju pada sebuah kursi kosong.
Aku pun duduk kembali dikursi itu.
Tik tok
Tik tok
Aku pun tertidur.
Dengan membawa harapan.
Agar semuanya terulang kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar