Tetapi entah darimana rasa capek itu datang?
Saat rasa itu muncul, seakan-akan saya sedang menanggung beban yang berat.
Saya merasa tidak seorang pun yang mengerti tentang diriku.
Hanya aku sendiri yang mengerti.
Sesaat saya merasa bahwa Tuhan telah mengirimkan seorang sahabat/saudara yang bisa paham dengan apa yang kualami.
Namun semuanya sirna, justru dia bukanlah orang yang paham dengan apa yang kurasakan. 7 tahun lebih kami bersahabat.
Disaat rasa capek itu datang, ingin sekali aku teriak, menangis, tertawa, dan memukul diriku sendiri.
Namun yang terjadi aku dikatakan "gila", "orang kesurupan", "harus banyak istighfar".
Tuhan ingin rasanya aku mencaci maki orang itu. Disaat kondisiku sedang down, justru aku dihina.
Tuhan,
Aku Capek.
Akhirnya mulai saat ini aku berpikir, "tidak perlu terbuka, simpan semua sendiri, jangan menaruh harapan pada orang lain, andalkan diri sendiri, tanggung semuanya sendiri, rasa "capek, bosan, lelah" simpan sendiri, jangan tunjukkan itu kepada orang lain, termasuk kedua orang tuamu.
Mereka tidak perlu mengerti kondisi dirimu.
Dan "KAMU" tidak perlu berbagi dengan mereka.
STOP.
Jangan tunjukkan lagi!